Diberdayakan oleh Blogger.
Latest Post
Tampilkan postingan dengan label artikel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label artikel. Tampilkan semua postingan

Herlini: Data Ulang PJTKI, Tidak tegas PJTKI ilegal

Written By tonitok on Jumat | 00:02

Senayan (10/01) Anggota Komisi IX DPR RI Dapil Kepri Herlini Amran meminta Kementrian tenaga kerja dan transmigrasi (Kemenakertrans) dan BNP2TKI melakukan pendataan ulang  terhadap keberadaan Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia (PJTKI) di Seluruh Indonesia sebelum moratorium pengiriman TKI ke luar negri kembali di buka. Proses pendataan ulang ini sebagai bentuk antisipasi dari maraknya PJTKI ilegal yang belum resmi teregristasi sebagai perusahaan penyalur tenaga kerja resmi yang harus segera di tindak tegas tanpa toleransi oleh Pemerintah.

Menurut Herlini, “Selama ini banyak Tenaga kerja asal Indonesia yang sering mendapat perlakuan biadab dari majikan tempatnya bekerja di luar negeri, Namun jarang sekali dari PJTKI yang mengaku bertanggungjawab contoh kasus seperti Kasus Ruyati TKI yang dipacung 18 Juni 2011 karena terjadi pemalsuan dokumen.”

Menurut Herlini, “Banyaknya TKI terlantar tak bisa dilepaskan dari proses pembinaan ,pengawasan program dan penempatan TKI ke luar negeri yang selama ini tidak sesuai prosedur.”

Herlini menyarankan, “Pemerintah dapat mengadopsi Konsep PJTKI dari negara Filipina. Seperti melarang kelibatkan unsur pemerintah/pejabat dalam bisnis PJTIK Swasta, s meneterapkan Hukuman berlapis kepada pejabat yang melanggar atauran tersebut hingga keturunannya, serta membekukan PJTKI serta pembekuan PJTKI swasta yang bermasalah.”

Herlini berharap, “Jika sewaktu-waktu terjadi permasalahan dengan tenaga kerja yang disalurkannya, pemerintah tinggal mengakses data valid dari PJTKI yang bersangkutan. Selama ini kan kita kesulitan dalam menangani tenaga kerja yang mendapat permasalahan di luar negeri salah satunya terkait data.”

Herlini menambahkan, “Usaha jasa TKI itu tidak hanya menyangkut masalah bisnis murni, akan tetapi terkait juga terkait sosial juga. Sering kali PJTKI justru abai terkait masalah sosial. TKI yang sudah ditempatkan harus dijaga keselamatan, kesejahteraan dan hak-hak hingga kembali ke tanah air.”

Anggota Dewan dari dapil Kepri menghimbau, “Jangan sampai ada lagi PJTKI ilegal yang tetap memaksa berangkatkan calon TKI ke luar negri, jangan hanya memikirkan keuntungan yang bisa diraih  saja tanpa memikirkan nasib para buruh migran yang bekerja di luar negeri.”

Dari data BNP2TKI saat ini jumlah PJTKI tidak kurang 570 PJTKI yang beroperasi, dan 350 PJTKI diantaranya mengirimkan TKI ke Timur Tengah.

Pencabutan Perda Miras Dorong Kriminalitas & Dekadensi Moral Anak Bangsa

Written By tonitok on Kamis | 23:46


Jakarta (10/1/2012). Sangat disayangkan jika di tengah upaya bersama menyemai moralitas anak bangsa muncul berita pembatalan perda tentang minuman keras (perda miras) di sejumlah daerah oleh Kementerian Dalam Negeri. “Kalau benar, ini sesuatu yang ironis karena benyak kasus kriminalitas di tengah-tengah masyarakat selalu ada kaitannya atau dipicu oleh minuman keras,” kata Jazuli Juwaini, anggota Komisi VIII DPR RI.

“Minuman keras jelas madhorotnya, tidak ada manfaatnya. Sehingga ketika satu daerah membuat perda pembatasan peredaran minuman beralkohol tersebut, kita harus melihat spiritnya untuk menjaga kebaikan moral masyarakat khususnya anak-anak kita,” lanjut politisi PKS asal Banten ini.

Jazuli mengatakan seharusnya Mendagri memperhatikan semangat dan kearifan lokal masyarakat tersebut sehingga dalam evaluasinya terhadap sejumlah Perda Miras dapat lebih jernih dan konstruktif. “Apalagi perda ini termasuk sensitif di tengah-tengah masyarakat kita yang agamis. Hampir seluruh masyarakat dipastikan mendukung perda semacam ini karena dampaknya bagi perbaikan masyarakat. Karena itu seharusnya mendagri berhati-hati dalam melakukan verifikasi dan evaluasi,” kata Jazuli.

Dalam sejumlah pemberitaan, Perda Miras yang dicabut oleh Mendagri antara lain Perda No 7 tahun 2005 di Kota Tangerang, Perda No 15 tahun 2006 di Kabupaten Indramayu, dan Perda No 11 tahun 2010 di Kota Bandung.

“Lalu apa alasan mendagri menertibkan dan membatalkan perda-perda tersebut?,” tanya Jazuli. “Oleh karena itu mendagri harus menjelaskan sebaik-baiknya untuk menjernihkan permasalahannya agar isu ini tidak berkembang menjadi kontraproduktif seolah-olah pemerintah mendukung peredaran miras di tengah-tengah masyarakat,” saran Ketua DPP PKS ini.

Surat Dari Gaza “Tidak Ada Teroris di Gaza”

Written By tonitok on Selasa | 08:14


Oleh: Sunaryo Adhiatmoko (GAZA)

Ini hari ketujuh, saya berbaur dengan warga korban agresi Israel di Gaza, (2 Februari 2009). Satu hari saya di Rafah, enam hari sampai sekarang saya bertahan di Jabalia Gaza Utara.

Saya melihat Gaza masih utuh, yakni semangat juang rakyat dan cara bertahannya. Gaza masih kukuh, meski blokade Israel makin menggila.

Meski spirit warga Gaza terus membara, secara fisik Gaza porak poranda. Permukiman penduduk, sekolah, masjid, dan pusat pemerintahan hancur total. Kerusakan ter hebat dialami di Rafah, Khanyounis, Bayt Lahia, Bayt Hanun, dan Jabalia.

Tetapi roda pemerintahan berderak tak terbendung. Pemerintahan resmi Hamas, tetap menjalankan perannya dengan baik. Tanpa kantor, aparat kepolisian dan keamanan tetap beroperasi. Di Rafah misalnya, meski kantor polisi dihancurkan rudal dan bom Israel, mereka tetap berkantor di jalanan dengan absensi selembar kertas. Bahkan mereka sempat menangkap lima orang pengedar narkotika dari Mesir dan Israel.

Gaza City, ibukota Gaza, oase lain di tengah reruntuhan bangunan dan gedung di Gaza. Pusat kota Gaza ini masih utuh. Gedung-gedung yang punya konstruksi bangunan ter kokoh di Arab -mungkin - masih angkuh menatap lepas laut Mediterranean. Bank dan fasilitas publik lainnya masih berjalan baik. Kemacetan lalulintas juga pandangan hari-hari, seakan mengatakan “Kami masih utuh wahai Israel!”.

Biaya hidup di Gaza tinggi. Nilai $ US 1 sama dengan 3,8 Shekel - mata uang Israel. Transaksi hari-hari rakyat Palestina memakai mata uang Israel. Hotel dengan tarif terendah mencapai $ US 100. Pasca perang, biaya hidup di Gaza naik lebih dari 300 persen.

Setelah tanggal 5 Februari nanti, pintu perbatasan Rafah melalui Mesir akan ditutup. Saya dan orang asing lainnya, diminta Kementerian Luar Negeri Mesir, untuk keluar Gaza sebelum tanggal 5.

Ini seperti mimpi buruk. Selanjutnya, perbatasan yang akan dibuka melalui Israel di Karem Abu Salom dan El Auda. Saya membayangkan, jika pintu masuk Gaza melalui Israel, sama halnya dengan mengisolasi total warga Gaza dari dunia luar. Hati saya terus bertanya, mungkinkah suplai kebutuhan hidup melalui terowongan di Rafah mampu menghidupi 2,5 juta lebih penduduk Gaza? Pun, juga heran, bagaimana mungkin pasca gempuran yang demikian hebat, semua jenis kendaraan di Gaza masih beroperasi secara baik. Dari mana suplai bahan bakarnya? Makin memahami kehidupan Gaza rasanya rumit dan tak masuk akal.

Rasanya adil, jika akhirnya Hamas memproklamirkan kemenangannya. Karena Gaza bisa berdenyut lebih cepat dan makin kuat. Bahkan Hamas juga masih mampu melempar roket ke Israel, tiap kali Israel memancing keruh dengan melempar rudal nya ke Rafah, Khanyounis, dan Jabalia. Dalam catatan saya, Hamas hampir tak pernah melempar roket lebih dulu. Biasanya, jika Israel melempar rudal lebih dulu, Hamas baru membalasnya dengan dua sampai tiga roket. Mereka juga ingin menjelaskan, bahwa Hamas masih kokoh sebagai kekuatan militer di Gaza.

Di Gaza, saya berpetualang menjumpai para korban agresi Israel. Saya merekam cukup baik apa suara mereka. Dari anak-anak sampai orang tua. Dalam catatan saya, delapan dari sepuluh anak laki-laki di Gaza bercita-cita jadi anggota Brigadir Al-Qosam. Sisanya ingin jadi guru dan pekerja sosial. Sedangkan tujuh dari sepuluh anak perempuan di Gaza, ingin jadi dokter.

Mereka ingin mengobati para mujahidin yang terluka, jika Israel menyerang tanah mereka. Dari setiap anak yang saya ajak berbincang, mereka punya suara kejujuran yang tulus tentang perdamaian. “Kami mencintai perdamaian dengan siapa pun. Tetapi jika tanah kami dijajah dan orang tua kami dibunuh, kami akan melawan dengan maupun tanpa Hamas”, kata Fatimah Atlas (13), di reruntuhan puing bekas rumahnya, Bait Lahia. Murid kelas dua Madrasah itu, ayahnya lumpuh oleh senjata Israel. Dia terkurung tujuh hari di sekolahnya, saat Israel menyerang. Ada 10 temannya yang syahid di sekolah, saat itu terkena ledakan bom.

Untuk menghemat biaya hidup, saya tinggal di rumah-rumah penduduk. Mereka sangat cinta orang Indonesia. Di sepanjang jalan saya lewati, setiap mulut berucap, “Ahlan wa sahlan Indonesia!” . Di masjid-masjid tempat saya shalat, para jamaah selalu mengerumuni saya. Nafas rasanya sesak, karena seringnya dipeluk. Para imam masjid saling berebut ingin menjamu saya dan menginap di rumahnya.

Keluarga di Gaza hidup dalam kesahajaan. Tetapi untuk menjamu tamu, mereka rela mengorbankan makanan terbaiknya. Kadang, saya belanja roti di warung pinggir jalan, tapi karena tahu saya orang Indonesia, mereka tidak mau menerima uang saya. Bahkan saya diajak masuk rumah mereka dan dijamu makan. Ingin menolak, tapi postur tubuh mereka yang tinggi, membuat saya tak berdaya mengelak. Lengan saya yang kecil ditarik paksa masuk rumah.

Teman-teman saya di Jakarta tahu, saya tidak doyan roti. Tapi di Gaza dengan lidah dan mulut yang terus berontak, saya paksakan untuk menelan roti itu. Ironisnya, porsi yang mereka suguhkan sama dengan porsi yang mereka makan. Repot tapi mengharukan.

Tidak hanya merekam kehidupan anak-anak dan keluarga di Gaza. Saya juga dijamu Brigadier Al-Qosam, sayap militer Hamas yang kerap membuat Israel kerepotan dan stres. Suatu malam, saya diajak patroli mengunjungi markas dan tempat penjagaan mereka di perbatasan Gaza - Israel di daerah Jabaliah. Jarak ke Israel tak kurang dari 1 km.

Mereka menyambut kami ramah. Muka mereka ditutup sarung kepala hitam, hanya tampak mulut dan matanya. Setiap prajurit menenteng senjata AK 47. Beberapa di antaranya memegang roket anti tank buatan Rusia. Sebagian roket modifikasi buatan sendiri yang diberi nama Yasin. Menukil nama almarhum Syekh Ahmad Yasin yang dibunuh Israel.

Satu malam saya bersama mereka. Jalan kaki memutari perbatasan Jabaliah. Bau badan mereka harum, nafas yang mereka keluarkan tiap bercakap juga harum. Tidak saya temui, nafas prajurit al-Qosam bau jengkol. Telapak tangannya kekar dan kuat. Suaranya lembut dan santun. Saya tidak dapat mengenali siapa mereka. Tapi, beberapa di antaranya sepertinya saya tidak asing. Pernah berjumpa pada siang sebelumnya.

Saya mencoba mengingat siapa yang saya salami malam itu. Esok hari saya berjumpa anak-anak muda yang berpakaian rapi di masjid-masjid. Beberapa saya merasakan seperti sebagian dari orang yang saya jumpai semalam. Benar saja, sebagian mereka mengaku. Melihat gelagat nya, sulit menebak jika anak-anak muda yang gagah, rapi, santun, dan kalem ini adalah pejuang Al-Qosam yang garang di medan laga.

Tak lupa, mereka juga mengajak saya ke rumah para mujahidin yang luka. Mereka ada yang terluka di kepala, hancur tangan, kaki, dan tubuh yang tidak utuh. Ajaib nya, luka-luka mereka cepat sekali pulih. Menurut seorang dokter di Gaza, suhu dingin di Gaza bagian dari sebab kenapa luka-luka itu cepat sembuh. Seorang mujahidin ada yang empat kali terjun ke medan tempur, dan empat kali juga tubuhnya terluka. Tapi tidak ciut, dia ingin menjadi mujahidin sampai syahid menjemput.

Saat ini di Indonesia, banyak foto-foto calon legislatif dan calon presiden. Tapi di Gaza tak kalah banyak foto-foto terpampang di jalan-jalan dan gang-gang. Tapi bukan foto caleg. Foto-foto yang dipajang di Gaza adalah foto-foto para mujahidin yang syahid. Mereka menjadi idola dan bintang bagi masyarakat Palestina umumnya. Mereka para syahid yang dihormati, karena membela tanah Gaza secuil yang ingin direbut Israel.

Di Gaza, saya merasakan hukum al-Quran diamalkan. Ini tercermin dari tingkah laku dan kehidupan masyarakat Gaza. Masjid-masjid penuh tiap shalat lima waktu. Rasanya saya ingin tinggal lama di tanah para mujahidin ini. Tapi, saya harus kembali membawa kabar pada dunia, bahwa tidak ada teroris di Palestina. Semua warga Gaza mencintai Hamas. Ia, pemerintahan dan kekuatan militer yang syah di Palestina. Hamas memenangi pemilu secara demokratis. Dan Hamas dicintai secara total oleh rakyat. Anak-anak di Gaza dan Palestina kini makin membumi, mencintai perlawanan dan selalu mengidolakan para mujahidin yang syahid.

Ini, catatan hari ke-7 saya di Gaza. Sebelum akhirnya saya meninggalkan tanah Mujahidin itu pada 5 Februari 2009, atas permintaan Mesir. Setelah itu, pintu masuk Gaza melalui Rafah ditutup.

Sumber:
http://noorahmat.multiply.com/journal/item/75/75


No GOLPUT

Written By tonitok on Rabu | 14:14


Tulisan ini untuk muslim yang CERDAS tapi yang mau GOLPUT (Baca ya, siapa tahu mau ikutan COTRENG setelah baca ini)


Bismillahirrohmanirrahiim.
Berita ini sepertinya bukan bas-basi karena ada di sumber yang bisa dilacak.

Selamat membaca:

INDONESIA Catholics Urged To Participate In Election As VoterRegistration Deadline Nears.

Source Link


JAKARTA (UCAN) -- With the deadline for voter registration approaching, Jakarta archdiocese has issued a letter urging Catholics to participate in the upcoming general election.

The 2009 general election is near. Participating in this general election is our right and responsibility as citizens and our calling as the faithful," says the letter signed by Vicar General Father Yohanes Subagyo, highest archdiocesan official after the archbishop.

The archdiocese directed its 60 parishes to read out the letter, "Motivating Jakarta Archdiocese's Catholics to participate in the 2009 General Election," at weekend Masses on Sept. 13 and 14, and on Sept. 20 and 21. This is the first such letter the local Church has issued.

Sept. 26 is the last day eligible citizens can register to vote in the April 9, 2009, general election, for which the General Election Commission has approved 38 political parties, some of them religion-based. It also designated a nine-month campaign period that began on July 8.

"If we exercise our right to vote in this general election, we too will determine eligible leaders we can trust to govern for the next five years," the Church statement says. "But if we do not vote, we give an opportunity to certain parties we might not side with to take care of this state."

Church people say they fear activists from Islamist parties will try to prevent non-Muslim voters from casting ballots.

The letter informs Catholics they can register by sending a text message to a number provided by the local general election commission. It also tells them they can check if their names are on the voters' list by looking at their neighborhood community announcement board or checking with the local registration authority.

Parish priests and other Catholics who spoke with UCA News say they welcome the letter.
Father Kaitanus Saleky of Christ the Savior Church in Slipi, West Jakarta, said he had the letter read out in his church during Masses on the set days, and also would have it read out at neighborhood prayer meetings.

"I will keep telling my parishioners about this in my homilies. I am also planning to organize a seminar to inform parishioners about eligible candidates," the Immaculate Heart of Mary priest said. He suggested that Catholics get as much information as possible about all election candidates.

Father Petrus Mujiono from St. Stephen Church in Cilandak, South Jakarta, said he had the letter posted on his parish's website and announcement board, and in its bulletin.

The Sacred Heart priest asserted that "Catholics are obliged to choose candidates who truly fight for the common good." He added, "They should choose according to their conscience and never let candidates' promises influence them."

Natalis Situmorang, chairperson of Pemuda Katolik (Catholic youth), agreed. He pointed out that if Catholics do not vote, the Prosperous Justice Party might come to power in the Jakarta area. He acknowledged the party includes people who are not Muslims but said "many of its members support Shari'a (Islamic law)."

The organization plans a national meeting in mid-November to educate young Catholics on political matters. For this, he said, "we will work together with Catholic organizations such as Catholic Union of University Students of the Republic of Indonesia (PMKRI), Indonesian Catholic Society Forum, Catholic Solidarity for Democracy in Indonesia and Catholic Women of the Republic of Indonesia. Indonesian citizens are eligible to vote from the age of 17.

PMKRI chairperson Tommy Jematu asserted, "It is we who choose the leaders of this nation, leaders who should be committed to developing society." He too suggested the archdiocese inform Catholics about all candidates in the general election.

Meanwhile, Chris Siner Key Timu, a Catholic politician, told UCA News on Sept. 18 that while he welcomes the Church's letter, "it is the right of each Catholic to vote or not to vote."


Sumber: http://www.ucanews.com/2008/09/22/catholics-urged-to-participate-in-election-as-voter-registration-deadline-nears/
Nah, tulisan ini ditranslate sama

http://noorahmat.multiply.com/journal/item/73/Urgent_Seruan_Vatikan_untuk_Indonesia
Bahasanya menajdi begini:


Terjemahan
"Jika kita menggunakan hak pilih kita dengan baik dalam pemilihan umum ini, kita akan turut dalam menentukan pemimpin yang layak dipilih dan kita percayai untuk memerintah dalam lima tahun kedepan," Juru Bicara Gereja menyampaikan pula, "Namun bila kita tidak memilih, kita memberikan peluang kepada beberapa partai yang sangat tidak kita inginkan untuk berkuasa di negeri ini"
Kalangan gereja menyampaikan kekhawatiran mereka terhadap aktifis yang berada pada beberapa partai Islam yang akan menghalangi non-muslim menggunakan hak pilihnya.

Terjemahan

Pemimpin Gereja Hati Bunda Kudus menyampaikan, "Saya akan terus menyampaikan hal ini kepada seluruh jamaat saya di dalam seminari saya. Saya juga merencanakan untuk menyelenggarakan sebuah seminar untuk membantu memberitahu jamaat saya mengenai keberpihakan beberapa kandidat terhadap kepentingan gereja". Dia menyarankan agar umat katolik mengumpulkan sebanyak mungkin informasi mengenai seluruh calon anggota legislatif yang akan bertarung.

Romo Petrus Mujiono dari Gereka Santo Stephen, Cilandak, Jakarta Selatan, menyampaikan bahwa dia telah menyebarkan surat pemberitahuan melalui website jemaat dan papan pengumuman serta buletin-buletin internal.

Pendeta dari Gereja Hati Suci menyampaikan bahwa "Umat katolik diwajibkan untuk memilih kandidat yang benar-benar memperjuangkan nilai-nilai kebaikan," Kemudian dia menambahkan, "Mereka harus memilih berdasarkan apa yang sudah diketahuinya, dan jangan sekalipun terpengaruh oleh janji-janji politik mereka."


Terjemahan

Selaras dengan pernyataan pihak gereja, Natalis Situmorang, ketua Pemuda Katolik, kembali menegaskan bahwa jika ummat katolik tidak menggunakan hak pilih yang dimilikinya, Partai Keadilan Sejahtera mungkin akan lebih menguasai Jakarta. Dia mengakui bahwa Partai ini sudah heteroggen termasuk didalamnya terdapat non-muslim, namun dia kembali menegaskan "Sebagian besar dari anggotanya mendukung dan memperjuangkan Syariat Islam".

Dari tulisan dan terjemahan diatas terlihat bahwa identifikasi kalangan gereja katolik dan aktivisnya cukup dalam. Mereka tidak terpengaruh oleh rumor dan janji-janji yang berseliweran melaluin media massa atau media Partai. Namun mereka mencari tahu dan menggali informasi sedalam-dalamnya mengenai Partai Peserta Pemilu dan calon Legislator yang diusungnya.

Kecerdasan mereka dalam mengidentifikasi masalah dan terbebas dari rumor ini yang akhirnya mengakselerasi terbitnya Fatwa MUI terkait Pemanfaatan Hak Pilih dalam Pemilihan Umum mendatang.

Karena baik itu MUI ataupun kita semua ummat Islam tentunya tidak menginginkan negeri ini dipimpin oleh orang-orang musyrik, munafiq, fasiq dan dzhalim. Kenyataan di negeri ini, jumlah voters yang tidak menggunakn hak pilihnya tidak diperhitungkan dalam proses legitimasi pemenang Pemilu. GOLPUT hanya memiliki kekuatan normatif, namun tidak memiliki kekuatan yuridis ataupun kekuatan strategis lainnya yang memungkinkan terjadinya penggulingan terhadap posisi penguasa terpilih.

Di negeri ini, GOLPUT hanya menempati posisi Powerless Community, meskipun secara kuantitas melebihi prosentase yang diraih pemenang Pemilu. Dikatakan Powerless, karena keberadaannya tidak diakui oleh instrumen hukum di Indonesia.

Jika dibandingkan dengan Fatwa MUI yang dikeluarkan pada Akhir Januari, maka bila dibandingkan keluarnya "Fatwa Vatikan dan Gereja Katolik" medio September 2008, maka nampak kematangan perencanaan dan ketajaman intuisi yang dimiliki oleh kalangan gereja, sehingga menempatkan Fatwa MUI hanyalah sebagai Fatwa Reaktif [yang muncul karena adanya suatu aktivitas yang tidak diinginkan] bukan Fatwa Solutif [yang muncul karena adanya permasalahan yang memiliki prioritas untuk dipecahkan]

Sebagai Muslim sudah selayaknya memiliki kemampuan dan kekuatan untuk bertarung di berbagai jenis medan pertempuran. Bila terkait penyelamatan ummat, maka setiap muslim sejatinya Pantang menolak tantangan dari pihak lawan untuk bertarung di medan pertempuran yang beragam jenisnya. Karenanya skil individu dan jama'ah sangatlah diharapkan kesiapan dan kesigapannya dalam pertarungan duniawi ini, tiada lain untuk izzul Islam wal Muslimiin.


NB:
Bacanya dengan hati yang tenang ya...!

“FITNAH” itu Harus di Luruskan


Bismillahirrohmanirrahiim.


Memang ditengah kekhilafan PKS yang Partai Spektakuler itu dimanfaatkan oleh mereka yang 'takut' dengan PKS.

Semoga tulisan ini memberi pandangan lain untuk anda atau siapapun yang melihat kekhilafan PKS, khususnya fitnah kepada kader PKS Jambi itu.

Selamat membaca:
Sudah belasan tahun saya mengenal sosok dan pribadi Zulhamli Alhamidi tanpa pernah menemukan kesalahannya sedikitpun kecuali satu kali ini saja. Saya prihatin dan bertanya-tanya apakah manusia memang tidak boleh khilaf suatu saat? Tulisan ini saya niatkan dalam rangka memenuhi salah satu hak-hak ukhuwwah beliau sebagai saudara saya sesama muslim.

Uda Zul, begitu panggilan akrabnya di kalangan anak-anak Rohis sejak jadi aktivis da’wah di kampus UNJA. Saya pun sekampus dengan beliau, cuma saya FE 93 sedangkan beliau Fapet 94. Tapi sejak sama-sama ngantor di Fraksi PKS, saya ikut memanggilnya Uda Zul karena memang usia beliau lebih tua 1 tahun dari saya. Saya juga satu majelis ta’lim dengan istri beliau, Mbak Lisa.

Da Zulhamli adalah anggota dewan paling miskin di DPRD Kota Jambi menurut ekspos LHKPN versi BPK tahun 2004 dengan asset pribadi ‘hanya’ Rp.3,5 juta saja (diikuti 3 rekan F-PKS lainnya yang sama-sama termasuk paling miskin, selain mas Hizbullah). Berita itu juga bikin polemik di koran lokal saat itu, karena Uda Zul memang sangat sederhana. Selain masih tinggal numpang di rumah mertua walau sudah punya 2 anak, Da Zul juga punya motor ‘butut’ yang selalu menemaninya ke manapun. Bahkan motor tua milik Da Zul sempat menginspirasi saya untuk bikin puisi (maaf file-nya belum ketemu). Dan motor tuanya itu sempat patah jadi dua saat suatu malam beliau ditabrak oleh pemuda yang sedang ngebut di dalam gang dalam perjalanan beliau menuju tempat Mabit ikhwan.

Ada dua momen yang paling berkesan tentang Da Zul dalam interaksinya dengan saya. Pertama, saat suatu hari saya datang ke Fraksi pagi-pagi dalam keadaan sangat lapar dan lemah karena tidak makan malam dan belum pula sarapan padahal saya sedang hamil. Dalam keadaan pusing dan gemetar karena benar-benar tak sanggup berdiri dan melangkah kuatir mendadak pingsan, Uda Zul tiba-tiba muncul di Fraksi. Saya sempat sungkan dan malu ingin meminta tolong Uda Zul memesan makanan ke kantin, tetapi pandangan mata saya sudah mulai agak gelap. Akhirnya dengan suara agak pelan, terucap juga permintaan tolong itu ke Da Zul. Saya pikir kalau saya akhirnya pingsan, bukankah Da Zul juga yang repot? Saya sangat merasa kurang sopan menyuruh seorang bapak dua anak, apalagi dengan level kaderisasi lebih tinggi dari saya, melakukan hal sepele seperti beli sesuatu ke kantin. Tapi alhamdulillah Da Zul benar-benar membantu saya pagi itu.

Yang kedua, saat polemik Pansus Struktur Organisasi dan Tata Kerja (SOTK) Penerapan PP.41/2007 di mana saya dipercaya menjadi Ketua Pansus di DPRD Kota Jambi. Posisi saya sangat sulit waktu itu, dilematis. Kesediaan Da Zul menjadi juru bicara Pansus, membacakan hasil kesimpulan Pansus di Rapat Paripurna walaupun berbeda pendapat dengan sikap akhir (stemmotivering) Fraksi PKS, sangat saya hargai. Pansus maunya ada penghematan anggaran melalui perampingan dinas sehingga sepakat dengan 9 Dinas saja dari Formasi 13 Dinas yang ada. Tetapi PKS pada menit-menit terakhir setelah masa lobi yang cukup alot, justru fix di formasi 14 Dinas mengikuti Golkar sebagai rekan koalisi Pilwako saat itu. Saya dan Da Zul sebetulnya utusan Fraksi yang tidak terlalu sepakat dengan hasil kesimpulan Pansus, tetapi toh khalayak juga taulah sikap pribadi kami tentu berafiliasi ke sikap akhir Fraksi PKS.

Beliau sosok yang pendiam, hanya bicara jika perlu saja. Dia orang yang sensitif, mudah tergugah hati. Da Zul pernah pingsan dalam suatu muhasabah sewaktu ada Dauroh Aleg PKS di Bengkulu. Da Zul juga pernah tiba-tiba menangis saat pidato membacakan Pandangan Umum Fraksi PKS saat santer menolak rehab gedung DPRD yang bakal menghabiskan dana APBD belasan miliar rupiah. Dan sehari setelah musibah dirinya dirazia di panti pijat itu, Da Zul juga 2 kali pingsan sebelum akhirnya datang ke DPW PKS Jambi untuk menghadapi konfrensi pers, lalu menyatakan mundur dari DPRD Kota Jambi sekaligus mundur dari pencalegannya di Dapil Jambi Timur-Pelayangan.

Jabatan terakhir Da Zul di DPRD Kota Jambi selain beliau adalah Wakil Ketua Fraksi PKS, beliau akhir Desember 2008 kemarin baru menyelesaikan tugasnya sebagai Wakil Ketua Komisi B. Di struktur partai, beliau adalah salah seorang Ketua Bidang di DPW. Beliau juga aktif di berbagai kegiatan di DPD dan DPC.

Saya tidak melihat ada gaya hidup yang berubah signifikan setelah Da Zul menjadi Aleg. Hingga saat ini beliau dan keluarganya masih ngontrak rumah sederhana di Talang Banjar (karena ada tuntutan Aleg PKS harus tinggal di Dapilnya). Di rumahnya pun tidak ada barang mewah. Selain motor tuanya itu, hanya tampak satu lemari penuh buku, televisi di ruang keluarga, room set anak-anak dan seperangkat kompor gas di dapur si ummi. Tidak ada sofa di sana, boro-boro koleksi keramik mewah!! Tamu yang datang terpaksa duduk lesehan di atas karpet sederhana. Kalaupun Da Zul sesekali bawa mobil Carry edisi lama, itu sebetulnya mobil milik mertuanya, kadang-kadang dipakai untuk menjemput anak-anaknya: Ainun, Ahmad dan si kecil Aziz.

Uda Zul memang sangat gemar olahraga Badminton seperti bapak-bapak anggota dewan yang lain. Kantor kami memang punya gedung olahraga sendiri, sehingga keluarga besar DPRD Kota bisa leluasa memanfaatkan waktu luang di situ. Di kantor, teman-teman Fraksi lain mengakui Da Zul cukup lihay main bulu tangkis ini. Mungkin saking semangat, badan Uda Zul sering pegal-pegal, saya yakin bapak-bapak sparing partner dia juga begitu jika terlalu menguras energi. Diakui oleh rekan-rekan sejawat, kalau pegal mereka kadang mampir rame-rame ke Panti Pijat Sehat Bersih yang lokasinya cukup dekat dari kantor dan memang punya izin operasional resmi dari Pemerintah Kota. Bahkan sesekali bapak-bapak itu bawa istri mereka sekedar pijat refleksi karena memang pengunjung laki-laki dan perempuan dibedakan tempat dan petugas yang melayaninya, harus sama-sama laki-laki atau sama-sama perempuan (Itulah yang saya heran mengapa pada kasus Da Zul koq justru petugasnya lain jenis? Menurut wartawan yang ikut Razia tetapi tidak ikut menjelek-jelekkan Aleg PKS di media, ada kemungkinan razia itu direkayasa. Tapi maaf saya tidak ingin buka di sini karena kuatir pencemaran nama baik pihak tertentu).

Yach… siapa sangka hobby berolahraga ini justru menjadi sandungan di belakang hari. Mungkin Allah ingin mengingatkan bahwa ada tupoksi Aleg yang lebih penting daripada sekedar riyadhoh. Wallohu a’lam.

Yang pasti, kinerja dan keikhlasan Uda Zul dalam beramal jauh lebih baik dibandingkan saya. Apa yang telah terjadi atas Da Zul adalah pertanda Allah masih sayang sama beliau, Allah mungkin sedang mempersiapkan rencana yang lebih baik untuk beliau dan keluarganya.

Tetapi terus terang kami di Fraksi belum siap kehilangan… Seseorang yang pergi begitu saja karena media lokal, nasional, cetak, elektronik, bahkan internet secara sistematis telah terlanjur membunuh karirnya tanpa ampun sampai beliau sangat malu dan tak punya muka lagi untuk sekedar datang ke kantor. Padahal tidak ada Perda dan aturan KUHP / KUHAP yang beliau langgar saat peristiwa di Panti Pijat itu. Beliau sedang pijat tradisional di tempat resmi dan petugas resmi, tidak ada asumsi razia yang dia langgar tapi Satpol PP dan Poltabes – dengan alasan mengamankan Pejabat Daerah – telah menggiring publik menuduh dia berbuat mesum dengan pemijat. Astaghfirullah… Kasihan Uda Zul. Sebagai kader Partai Da’wah, Dewan Syari’ah PKS lebih berhak menilai sejauh mana kesalahan beliau. Dan inisiatif pengunduran diri dari DPRD maupun dari pencalegannya di Pemilu 2009 adalah sebuah inisiatif yang patut dihormati. Bahkan itu sebetulnya masih terlalu berlebihan.

Kali terakhir saya bertemu dengan Uda Zul di DPRD – subhanalloh saya rasanya mau nangis lagi… - kami berlima duduk bersama di Fraksi PKS di Lantai 2, ngumpul saja karena Jum’at pagi itu tidak ada agenda rapat. Bang Dede sedang ngonsep Pandangan Umum RPJP di laptop, Mas Hiz baca koran, saya baca majalah Ghoib buat persiapan ngisi Rohis sejam lagi, sedangkan Bang Zay seingat saya baca printout PP.8/2008. Lalu Uda Zul? Dia serius memperhatikan HP-nya menyetel tilawah Qur’an (kalo gak salah, surat Al.Anfaal, taujih robbani yang paling mengena jelang Pemilu 2009). Murottal itu distel Da Zul agak keras sehingga saya yakin terdengar dari lantai bawah ruang Fraksi. Dan kami berlima cukup lama saling diam menyimak ayat-ayat Allah di sela kegiatan masing-masing, sampai menjelang jam 11 siang saya pamit duluan mau ke SMA 5….

Ah, Da Zul!! Ketika saya menjenguk ke rumahnya pasca pemberitaan itu untuk bertemu dengan istrinya (Mbak Lisa), hanya sekilas saya lihat Da Zul membukakan pintu untuk kami. Selebihnya, beliau lebih memilih masuk ke dalam. Hanya ada Mbak Lisa dan anak-anak yang menyambut kami dengan sejuta kesabaran di antara suara tertahan dan sesak di dadanya. Sementara mereka tegar, kami yang memandangi malah menangis. Sama seperti Da Zul, saya juga sudah belasan tahun mengenal Mbak Lisa sejak di Kampus, kami seangkatan 93. Selain dikenal sangat sabar dan pendiam, istri Da Zul juga seorang pekerja keras. Beliau guru SD Islam Terpadu Nurul Ilmi. Bayangkan bagaimana Mbak Lisa harus menghadapi ratusan wali murid yang bertanya-tanya tentang kejadian itu. Sementara anak-anak bertanya, “Ummi… Mengapa Abi tidak ngantor?”

Kasus razia panti pijat itu pahit banget yak!! Tidak terbayang kalau dalam sisa masa jabatan yang tinggal sekitar 5 bulan ini mendadak harus menghadapi drama voting di ruang Paripurna, sementara suara PKS kurang 1 orang… Walaupun saat ini isu pemecatan Kepala Satpol PP akibat salah ringkus di razia itu sudah disepakati oleh semua Fraksi di DPRD Kota Jambi (di sini total ada 40 kursi), kecuali Fraksi PKS memilih abstain untuk menjaga objektivitas. Saya masih tidak habis pikir, bukankah istri Kepala Satpol PP itu juga seorang akhwat PKS? Ah, otak saya masih bebal membaca situasi politis terselubung di balik penangkapan berdalih pengamanan Pejabat itu. Tapi semua respon dan dukungan dari internal DPRD Kota Jambi tidak akan mengembalikan kehidupan Da Zul seperti sedia kala. Mungkin butuh bertahun-tahun untuk pulih, entahlah.

Saya ingin katakan bahwa mungkin Uda Zul bersalah secara syari'ah (baca: berdosa) dan kasus ini sudah diambil alih DPP. Tetapi tidak layak kita ikut-ikutan memojokkan beliau. Dalam hearing Komisi A sepekan setelah kejadian itu, saya katakan kepada perwakilan Poltabes, Satpol PP, dan rombongan wartawan PWI yang hadir, "Al insaan makaanul khotho' wa khoiru khothoo-ihaa at tawwabiin." (Manusia adalah tempat berbuat salah dan sebaik-baik orang yang bersalah adalah mereka yang mau bertaubat).

Sebagai sesama muslim, beliau adalah saudara kita yang punya hak-hak ukhuwwah dan harus kita tunaikan. Cukuplah beban vonis sosial yang ditanggungnya. Ingatlah istri dan anak-anak serta keluarga besar beliau ikut menanggung apa yang dirasakan Uda Zul. Sementara apa yang sudah kita lakukan hari-hari ini? Apakah memang kita merasa lebih baik akhlaqnya dibanding beliau? (Terutama untuk saya pribadi dan 1112 Aleg PKS se-Indonesia, kiranya lebih berhati-hati terhadap potensi jebakan dari lawan-lawan politik)
Wallohu a'lam.

Sumber:http://pur76.multiply.com/journal/item/37/ZULHAMLI_ALHAMIDI_YANG_SAYA_KENAL

PKS Siapkan Serangan Udara

Written By tonitok on Selasa | 22:55


Sebagai tambahan amunisi serangan darat, secara serentak PKS Batam juga akan memasang 1000 meter spanduk bertuliskan akronim PKS dengan mengusung tema lokal dan nasional.


PK-Sejahtera Online: Sebagai partai yang bercita-cita menjadi pemenang untuk melayani masyarakat, baik di tingkat daerah maupun pusat, PKS tidak pernah asal-asalan dalam menentukan arah strateginya. Tak terkecuali terkait dengan strategi kampanye pemenangan pesta demokrasi 2009 nanti

Di Batam misalnya, setelah sekian lama melancarakan serangan darat dengan pola direct selling (DS), untuk memperluas segmen pemilih dan menajamkan elektabilitas, maka memasuki bulan Februari, DPD PKS Batam menyiapkan strategi baru berupa serangan udara dengan memunculkan iklan di televisi lokal

“Selama sebulan penuh kita akan iklan di televisi lokal (Batam TV)”, terang Ketua Bapilu, Prijanto. Menurutnya, materi iklan yang ditampilkan adalah iklan seribu wajah, yang memuat akronim PKS menjadi banyak singkatan. Iklan berdurasi 32 detik tersebut mulai ditayangkan pada 8 Februari. “Total penayangan selama 300 kali tayang, dengan asumsi 10 kali tayang pada jam-jam utama (prime time)”, tambahnya

Pada hari yang sama, sebagai tambahan amunisi serangan darat, secara serentak PKS Batam juga akan memasang 1000 meter spanduk bertuliskan akronim PKS dengan mengusung tema lokal dan nasional. Pemasangan 300 spanduk ini bakal tersebar di seluruh Kecamatan di lokasi-lokasi perumahan

Mengenai momen penyeragaman pemasangan spanduk dan penayangan iklan pada tanggal “8”, menurut Prijanto sengaja dilakukan semata-mata alasan kesamaan nomor urut partai saja. “Yang terpenting, ini sebagai pembuktian bahwa PKS bersungguh-sungguh menyongsong kemenangan di Batam”.

Dengan dua kombinasi serangan di atas, diharapkan PKS akan semakin tertancap di benak masyarakat. Survei membuktikan, masyarakat Batam bingung dengan banyaknya pilihan caleg serta banyaknya poster atau baliho yang tersebar di jalan-jalan.

Sebelum ini, Tim Media PKS Batam sudah menerbitkan Tabloid Suara Rakyat yang terbit setiap satu bulan sekali. Kini, media yang dibagikan gratis setebal 16 halaman tersebut sudah memasuki edisi ke-10

PKS tidak membantah jika kampanye lewat baliho dan sejenisnya bisa efektif, namun apabila itu dilakukan dengan cara yang beda. Jika dilakukan dengan semrawut seperti yang ada sekarang, maka masyarakat justru akan tidak simpatik. Jadi, dengan mengingatkan kembali gaya kampanye PKS yang santun, yang tidak semrawut dan terbukti kreatif, semoga target 30 persen di Batam dapat terlampaui (isy)


Pengirim: Ningsih

Tifatul: Jika Suara Imbang, PKS Utamakan Perempuan


Menurut Tifatul, Komisi Pemilihan Umum (KPU) harus berhati-hati menerapkan afirmasi keterwakilan perempuan dalam Pemilihan Legislatif 2009 ini. Kalau melawan hukum, KPU rawan digugat.


Jakarta - Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) tentang suara terbanyak membuat zipper system (1 perempuan di antara 3 calon anggota legislatif) tidak berfungsi. Namun Partai Keadilan Sejahtera (PKS) akan mengutamakan caleg perempuan jika suara yang didapatkan berimbang.

"Jadi apabila ada dua suara sama laki-laki dan perempuan, itu kan tidak jelas di situ. Jadi kalau ada laki-laki dan perempuan skornya sama dalam perolehan suara kita akan mengutamakan perempuan," ujar Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Tifatul Sembiring.

Tifatul menyampaikan hal itu di Gedung Balai Kartini, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Kamis (5/2/2009) malam.

Mengenai pandangan untuk kepemimpinan perempuan, menurut Tifatul partainya sejak dulu selalu mengedepankan aspirasi perempuan. Dia mengatakan sudah sejak Pemilihan Umum (Pemilu) 2004, PKS menempatkan 30 persen lebih caleg perempuan, tepatnya 39 persen.
"Selain itu juga karena perempuan harus mengaspirasikan kepentingan-kepentingan perempuan yang terkadang laki-laki tidak berpikir ke soal itu," jelas dia.

Menurut Tifatul, Komisi Pemilihan Umum (KPU) harus berhati-hati menerapkan afirmasi keterwakilan perempuan dalam Pemilihan Legislatif 2009 ini. Kalau melawan hukum, KPU rawan digugat.

"Kalau kita ingin meningkatkan keterwakilan perempuan di parlemen maka kita harus melakukan cara-cara yang memang tidak bertentangan dengan hukum," tutur Tifatul. ( nov / nwk )

Sumber: DetikCom
Pengirim: MHN

Mengapa PKS Terus Difitnah?

Written By tonitok on Jumat | 08:48


Kabid. Bina Mitra Poltabes Jambi (Ibu Aswini) secara tegas membantah pernyataan sebagaimana yang dilansir oleh SCTV. Bantahan serupa juga disampaikan oleh Kepala Kantor Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP). Keduanya menyatakan: tidak ada tindakan mesum – apalagi hubungan intim – antara tertuduh Zulhamli dengan petugas perempuan di Panti pijat tradisional “Sehat Bersih”.

PK-Sejahtera Online: Menjelang Pemilu 2009, dinamika politik semakin memanas. Upaya penyebaran isu, wacana negatif, dan fitnah terus bergulir. PKS yang selama ini dikenal sebagai partai da’wah yang konsisten dengan jargon “Bersih, Peduli, Profesional” terus digoyang citranya, tidak hanya terjadi di tingkat lokal tetapi sampai berdampak secara nasional.

Setelah kader PKS M. Rifa’i Lubis difitnah melakukan pencabulan kepada anak di bawah umur, kini Zulhamli Al Hamidi (anggota DPRD Kota Jambi) kembali menjadi objek fitnah.

Pemberitaan di beberapa media terkesan tidak berimbang, tidak mengacu pada fakta-fakta di lapangan. Dalam berita Liputan 6 Siang SCTV pada hari Rabu, 4 Februari 2009 pukul 12.00– yang ditonton oleh jutaan masyarakat Indonesia – penyiar televisi itu menyebut bahwa: menurut Polisi, saat ditangkap oleh Satpol PP Zulhamli sedang berhubungan intim dengan pemijat di panti pijat tersebut.

Dampak dari berita ini tentu sangat luas. Reaksi negatif muncul dari masyarakat luas terhadap PKS. Seluruh kader PKS se-Indonesia jelas amat terkejut mendengar berita di SCTV tersebut. Bahkan banyak kader PKS yang sedang merantau di luar negeri di berbagai benua, ikut mempertanyakan masalah ini. Padahal apa yang diberitakan oleh SCTV sungguh suatu fitnah yang nyata!

Dalam pertemuan yang digelar di Poltabes Jambi (Kamis/4 Februari 2009 pukul 14:00 WIB), Kabid. Bina Mitra Poltabes Jambi (Ibu Aswini) secara tegas membantah pernyataan sebagaimana yang dilansir oleh SCTV. Bantahan serupa juga disampaikan oleh Kepala Kantor Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP). Keduanya menyatakan: tidak ada tindakan mesum – apalagi hubungan intim – antara tertuduh Zulhamli dengan petugas perempuan di Panti pijat tradisional “Sehat Bersih”.

Apalagi jika persoalan ini dilihat dari sudut pandang kaidah hukum positif sebagaimana yang berlaku di Indonesia, sama sekali tidak ada aspek hukum yang dilanggar oleh Zulhamli. Selain tempat pijat tersebut memiliki izin operasional resmi dari Pemerintah Kota Jambi, petugas yang ditemui saat razia berlangsung adalah petugas perempuan resmi dan berseragam lengkap.

PKS mempertanyakan mengapa substansi pemberitaan menjadi liar dan tidak mengacu pada fakta-fakta di lapangan? Mengapa PKS terus difitnah? Kami melihat ada upaya dan i’tikad tidak baik untuk menyudutkan, menyerang dan merusak citra PKS secara sistematis.

PKS sangat mengedepankan sistem dan mekanisme partai dalam menangani persoalan yang menimpa para kadernya. Di dalam struktur PKS, ada lembaga Dewan Syari’ah sebagai yang paling berhak menilai perilaku kader baik secara pribadi maupun di ranah publik (mengingat ada lebih dari 1000 kader PKS yang bekerja sebagai pejabat publik di Legislatif, Yudikatif, maupun Eksekutif).

Meskipun secara hukum tidak ada pelanggaran, namun secara etika kepartaian, seluruh kader PKS jelas tidak diperkenankan mengunjungi panti pijat karena konotasi tempat tersebut cenderung negatif di mata masyarakat.

Merasa dirugikan, PKS juga akan menuntut secara hukum pemberitaan di SCTV yang tidak didasari oleh fakta yang kuat, akurat, dan berimbang. PKS merasa diperlakukan tidak adil oleh media karena kesimpangsiuran ini menggerogoti kerja-kerja positif PKS selama ini di tengah masyarakat.

DPD Partai Keadilan Sejahtera

Kota Jambi

Safrudin Dwi Apriyanto, S.Pd

Ketua Umum


Pengirim: MHN

21 MALAM di GAZA


Lelehan darah dan air mata rakyat Palestina meneriakkan kepiluan, "Waa Islamah...". Dimanakah saudara-saudara seiman?. Sedangkan Rasulullah saw. pernah bersabda, “Perumpamaan orang-orang beriman dalam percintaan dan kasih sayang mereka, bagaikan satu tubuh. Bila ada satu bagian yang sakit, maka semua tubuh merasakan sakit dan demam, hingga tidak bisa tidur”.




Di mana engkau wahai saudaraku kaum muslimin, Saat kaum Yahudi datang merobek-robek rumah kami, Menumpahkan segala jenis bom-bom dan amunisi Kreasi akhir zaman berteknologi tinggi Kami bertempur melawan musuh dan dinginnya malam dengan tangan-tangan kosong, yang hanya tinggal kepalan.

Di mana engkau wahai saudaraku kaum muslimin, Saat kami berlari-lari di kegelapan. Menghindari desing peluru yang berhamburan, Menyeret kaki berdarah-darah. Yang sobek tertancap besi yang patah.

Di mana engkau wahai saudaraku kaum muslimin, Saat keluarga kami dicerai-beraikan, Oleh panasnya bom fosfor yang melelehkan jangat di badan. Saat aku berdiam menggigil di bawah gundukan Menanti waktu pagi saat gencatan.

Di mana engkau wahai saudaraku kaum muslimin, Ketika kutemui anak-anak kami terserak bergeletakan Dengan tubuh lebam penuh luka mematikan. Saat jeritanku pecah, tak lagi tertahankan Menatap ketiga jasad mereka yang kaku dan diam Rasa nyeri hati tak mampu kusabarkan Semalam penuh mereka meraung-raung kesakitan.

Kini… Kukecup satu per satu buah hati kami … dengan tatapan mata perpisahan Gaza… oh Gaza, dua puluh satu malam. Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un. Tiga minggu penuh serangan brutal Israel dihujamkan ke wilayah Palestina di jalur Gaza.

Pada awalnya serbuan dimulai dengan pesawat-pesawat canggih F-16 yang memekakkan telinga di jalur Gaza. Jalur yang sempit itu hanya memiliki lebar rata-rata lima kilometer dengan bagian yang paling lebar tidak lebih dari dua belas kilometer. Di sebelah Utara dan Timur berbatasan dengan Israel, di sebelah Barat ada bibir laut Mediterania. Di Selatan ada sebuah celah sempit kota Rafah berbatasan dengan Mesir. Akan tetapi perbatasan ini dijaga oleh dua lapis pasukan. Lapis pertama oleh tentara Mesir dan lapis ke dua adalah tentara Israel. Dengan bom-bom cluster yang canggih, senjata terbaru buatan Amerika, Israel menghancurkan dan membombardir sasaran-sasaran sipil.

Mereka tidak peduli apakah itu mesjid, sekolah-sekolah, rumah-rumah, bahkan tempat-tempat penampungan pengungsi yang dikelola oleh PBB. Semua mereka hantam dengan membabi buta. Serangan ini hanya dilawan Hamas dengan senjata-senjata kecil yang biasanya digunakan dalam perang kota. Tentu saja, terjadi ketidak seimbangan kekuatan yang sangat mencolok, karena harus melawan berbagai kekuatan senjata dan alat pembunuh yang canggih keluaran terbaru.

Di tengah berlangsungnya kebiadaban ini, dengan tenang dan penuh diplomasi, George W. Bush Presiden Amerika Serikat saat itu mengatakan bahwa Israel hanya sedang membela diri karena ditembak roket-roket Hamas. Tidak puas dengan serangan udara, hari berikutnya tank-tank Israel merangsek masuk ke wilayah Gaza, menghantam dan meluluhlantakkan bangunan-bangunan yang ada.

Tanpa belas kasihan, seorang wanita yang mengibarkan bendera putihpun dihajar oleh peluru tank Israel, hingga tubuhnya hancur berserpihan. Tentara-tentara Yahudi ini memang tak peduli, apakah sasarannya perawat, dokter, pekerja sosial, atau wartawan sekalipun, semua dibantai. Sementara belasan negara Arab hanya mematung bingung tanpa protes, tanpa bantuan, dan tanpa pembelaan.

Setiap pagi mata kita berkaca-kaca menyaksikan berita tentang Gaza di televisi. Malam demi malam korban selalu bertambah. Tidak kurang dari seratus orang rata-rata korban meninggal setiap hari dan lebih dari lima ratus orang luka berat. Saat gencatan senjata, setelah Gaza diserang selama tiga pekan, data jumlah korban meninggal lebih dari 1500 orang dan lebih dari 5000 orang luka berat dengan cacat permanen atau kelumpuhan dan amputasi anggota badan.

Kebiadaban Israel ini memang di luar perikemanusiaan yang dikenal oleh peradaban. Bangsa yang telah dikutuk Allah SWT. melalui lisan Daud dan Isa ‘alaihimassalam ini datang dan merampas tanah-tanah rakyat Palestina, setelah Inggris menduduki wilayah tersebut paska Perang Dunia I. Skenario mendatangkan orang-orang Yahudi ke Palestinapun dimulai. Perlahan namun jumlah mereka setiap waktu meningkat sangat siginifikan.

Lalu pada tahun 1922, PBB menguatkan mandat Palestina di bawah Inggris. Teror-teror Yahudi atas penduduk Palestina, bahkan kasus pembakaran Masjidil Aqsha, mendapat perlindungan penuh dari tentara Inggris. Dan atas bantuan PBB, Inggris, Rusia dan Amerika, maka pada tahun 1948 berdirilah Negara Israel. Mereka memperluas wilayah pendudukan atas Palestina dan wilayah Arab sekitarnya.

Selanjutnya lebih ekspansi lagi dalam perang tahun 1967. Jadi sekali lagi perlu ditegaskan dan diingatkan, bahwa status Israel atas Palestina adalah PENJAJAHAN. Awalnya hanya 5% wilayah Palestina yang diduduki oleh Yahudi. Namun kini lebih dari 80% tanah Palestina telah dirampas Israel.

Kisah terakhir adalah dipenghujung tahun 2008. setelah Israel sukses memecah belah pemerintahan Palestina hasil pemilu yang paling demokratis. Pemilu yang dimenangkan oleh Hamas tersebut dimusuhi, diboikot, termasuk oleh AS dan Negara-negara Eropa. Kemudian Palestina dibelah, Mahmud Abbas dan Fatah mengklaim Tepi Barat, sementara Hamas bertahan di Gaza. Lalu disepakati gencatan senjata antara Hamas dengan Israel, namun Israel memblokade seluruh perbatasan. Tentara-tentara Yahudi memutus aliran listrik, menyetop pasokan gas dan juga memutus aliran air bersih ke Gaza. Mereka juga menyetop dan menahan semua bantuan, termasuk makanan maupun obat-obatan bagi rakyat Palestina. Tampak jelas sekali Israel amat berambisi membuat 1,5 juta rakyat Palestina yang tinggal di Gaza ini mati perlahan. Korbanpun mulai berjatuhan.

Untuk memecah kebuntuan, setelah berakhirnya masa gencatan senjata, guna menarik perhatian dunia Internasional, maka Hamas menembakkan beberapa roket kecil ke wilayah Israel yang mengakibatkan kerusakan berupa lubang-lubang dangkal sebesar piring makan. Inilah yang kemudian direspon Israel dengan memborbardir habis Gaza selama 21 malam berturut-turut. Lelehan darah dan air mata rakyat Palestina meneriakkan kepiluan, “Waa Islamah…”. Di manakah saudara-saudara seiman?.

Sedangkan Rasulullah saw. pernah bersabda, “Perumpamaan orang-orang beriman dalam percintaan dan kasih sayang mereka, bagaikan satu tubuh. Bila ada satu bagian yang sakit, maka semua tubuh merasakan sakit dan demam, hingga tidak bisa tidur”.

Kita melihat sedikit sekali perhatian dunia Islam pada saudara-saudara kita di Gaza. Padahal, sumbangan ini walaupun kecil katakanlah walau hanya satu dolar akan sangat berarti manakala seluruh ummat Islam di dunia serempak melakukannya, agar saudara-saudara kita di Gaza pulih dari penderitaan dan kehancurannya.

Solidaritas kita akan mengalirkan semangat pada rakyat Palestina di Gaza, hingga mereka akan bangkit dan terus berjuang. Bahkan seorang Michael Heart pun terinspirasi menggubah sebuah lagu ”Sontg for Gaza”, untuk melawan kezaliman ini, diantara bait syairnya berbunyi: “We will not go down in the night without a fight, you can burn up our mosques and our homes and our schools, but our spirit will never die. We will not go down in Gaza tonight.”

Memang kita sendiri bangsa Indonesia yang hampir 90% penduduknya adalah muslim. Peran dan kontribusi kita, sangat diharapkan oleh Negara-negara Islam lainnya, namun masih sangat sedikit memberi perhatian kepada rakyat Palestina. Berbagai demonstrasi solidaritas yang dilakukan, memprotes kebrutalan Israel, masih harus menerima cibiran dan kecurigaan dari beberapa kalangan. Dan saudaraku, betapa aku jadi malu sendiri, ternyata masih amat sedikit yang dapat kulakukan. Dan aku lebih tidak peduli lagi, ketika disebut sebagai tersangka, sebab membela saudara kami dari kejahatan kemanusiaan. Wallahua’lam bishawwab.

Sumber: www.pk-sejahtera.org

Hati-Hati! Pemilu 2009 Banyak Kejanggalan


“Banyak kejanggalan yang secara spontan harus disikapi, sehingga dengan pembekalan semacam ini saksi dari PKS nantinya tidak gugup dan grogi tapi langsung bisa bertindak."


PK-Sejahtera Online: Kesalahan saat pencoblosan pada Pemilu tanggal 9 April 2009 nanti tampaknya menjadi persoalan serius yang harus diantisipasi. Oleh karena itu, pada pertengahan Januari yang lalu Tim Advokasi DPD PKS Surabaya melakukan simulasi pencoblosan. Simulasi ini menggunakan beberapa skenario yang berdasarkan pengamatan Tim Advokasi akan mempunyai peluang besar terjadi kesalahan di TPS. Skenario tersebut antara lain pemilih tidak mendapat undangan dari TPS tapi datang untuk mencoblos, pemilih dengan undangan ke TPS A datang mencoblos di TPS B (salah TPS), pemilih tidak mau diberi tanda tinta setelah melakukan pencoblosan, dan lain-lain.

Setyo Martono, ketua Tim Advokasi, mengatakan tujuan dilakssanakanya simulasi dengan berbagai macam kejanggalan saat pelaksanaan pencoblosan adalah untuk membekali saksi PKS ketika nanti terjun di lapangan. “Banyak kejanggalan yang secara spontan harus disikapi, sehingga dengan pembekalan semacam ini saksi dari PKS nantinya tidak gugup dan grogi tapi langsung bisa bertindak. Sehingga kejanggalan bisa langsung diselesaikan tanpa membuat permasalahan berlarut-larut”, ujarnya.

Martono mengungkapkan bahwa kebutuhan saksi di Surabaya hampir mendekati angka 6000 orang, dimana satu TPS nantinya akan ditempatkan satu saksi. PKS sendiri telah mengumpulkan penanggung jawab saksi se-Surabaya, dan rekaman hasil simulasi tersebut telah dibagikan kepada mereka. (ags)


Pengirim: Ningsih

Bukan Sekadar Partai Politik


Terasa aneh terdengar jika kader PKS dikatakan militansinya tinggi. Sejauh ini idealism PKS belum apa-apa dibandingkan dengan persoalan bangsa yang kian krusial.


PK-Sejahtera Online: Partai Keadilan Sejahtera (PKS) belum sepenuhnya bersih, karena PKS merupakan kumpulan manusia biasa yang mencoba berperan untuk merubah bangsa ini menjadi jauh lebih baik. Demikian benang merah yang terungkap dalam diskusi membedah militansi kader PKS, Kamis (29-01), di pelataran kantor PKS Lampung, yang terletak dibilangan jalan Untung Suropati, Rajabasa, Bandar Lampung.

Pada diskusi itu menghadirkan dari unsur pers Bambang Eka Wijaya, unsur akademisi Budi Kurniawan dan ketua umum PKS Lampung Ahmad Jajuli. Menurut Humas PKS Lampung Ade Utami Ibnu, diskusi akan diadakan setiap pecan dengan tema dan narasumber yang berbeda dan paling kompeten mengungkap dan mengupas tentang PKS.

Menurut Ahmad Jajuli, terasa aneh terdengar jika kader PKS dikatakan militansinya tinggi. Sejauh ini idealism PKS belum apa-apa dibandingkan dengan persoalan bangsa yang kian krusial. “Rasanya tidak tepat kalau seluruh elemen bangsa ini menggantungkan harapan tinggi pada PKS,” kata Jajuli. Persoalan bangsa ini bisa terselesaikan apabila seluruh elemen bangsa bersatu bahu membahu, kerjasama dan tidak saling menjatuhkan satu sama lainnya.

Jajuli juga memaparkan rahasia mengapa kader PKS bisa dikatan militan. “PKS selalu menanamkan pada kadernya bahwa PKS adalah partai dawah dan orientasinya adalah akhirat,” tambah Jajuli. Dokrin-dokrin ini hanya bisa diserapi oleh orang-orang yang memiliki pemikiran yang sama dan hanya bisa ditransfer lewat pengajian atau liqoan yang diikuti kader setiap sepekan sekali.

Ia menambahkan, akan terasa sulit jika ada pihak lain yang coba mengamati PKS namun tidak terjun dan masuk langsung ke dalam kultur PKS. “Pemahaman ini hanya bisa dirasakan, tidak bisa diterjemahkan dalam bentuk kata-kata,” ujar ketua umum PKS Lampung. Menurutnya, PKS bukan sekadar partai politik saja, ada gerakan social, ekonomi, budaya dan sebagainya. Semua ini terangkum dalam PKS.

Selain dokrin tujuan akhir hidup manusia adalah akhirat, Jajuli juga mengatakan, kader PKS selalu ditanamkan bahwa dalam kehidupan semua manusia harus punya nilai manfaat bagi orang, beriman pada Allah dan tetap Istiqomah. Masih menurut Jajuli, ketika ada satu organisasi atau pengkaderan yang orientasi akhirnya bukan akhirat, maka pengkaderan tersebut akan gagal dan sia-sia.

Pada akhir sesi diskusi tersebut Jajuli mengatakan sejauh ini PKS merasa sudah sampai pada pematangan proses bukan paling matang proses dawahnya. PKS siap bekerjasama dengan siapapun dan toleran terhadap perbedaan-perbedaan yang ada.

Sementara Bambang Eka Wijaya menambahkan, kunci dari militansi kader PKS adalah percaya akan kebenaran misi yang diusung partai dan ikhlas. “Ikhlas karena PKS adalah partai dawah dan tidak akan keluar dari koridor yang telah ditentukan,” ujar Bambang.[amah milla]

Pengirim: Ningsih

Program Kesehatan PKS Jika Berkuasa


Catatan Redaksi PKS Online: VIVAnews salah mengutip Narasumber terkait UU No.40. Tertulis "PKS tidak akan melanjutkan konsep UU No. 40 th 2004" seharusnya "PKS akan melanjutkan konsep UU no.40 th 2004." Kemudian tertulis "hitung-hitungan PKS untuk iuran jaminan kesehatan per kepala keluarga adalah Rp 2.000" seharusnya "hitung-hitungan PKS untuk iuran jaminan kesehatan per kepala adalah Rp 2.000"

VIVAnews - Partai Keadilan Sejahtera memiliki program kesehatan yang sederhana jika suatu saat memerintah. PKS antara lain menawarkan iuran kesehatan lebih murah dari yang ditawarkan Partai Golkar dan Partai Amanat Nasional.

Sekretaris Departemen Kesehatan Sosial PKS, Ipik Muhammad Fikri, menyatakan PKS tidak akan melanjutkan konsep Undang-undang Nomor 40 Tahun 2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional. Faktanya, kata Fikri, sistem jaminan sosial itu tidak dapat diimplementasikan hingga sekarang.

Kekurangan SJSN, kata Fikri, adalah bergantung pada Dewan Jaminan Sosial Nasional. Meski konsep Undang-undang SJSN baik, namun pelaksanaannya buruk. "Apakah implementasi pembayaran itu betul-betul termonitoring dengan baik atau tidak," kata Fikri.

PKS berkomitmen membuat sistem jaminan kesehatan yang memadai dan adil bagi seluruh lapisan masyarakat dengan didanai negara dan masyarakat. Untuk mendukung implementasinya, Fikri mengatakan perlu peraturan pemerintah pengganti undang-undang yang mendukung dan mengikat sebagai payung hukum lembaga penyelenggara yang akan
dibentuk.

Kemudian, kepesertaan sistem jaminan kesehatan ini diwajibkan bagi seluruh individu warga negara atau masyarakat Indonesia dengan catatan menggunakan integrasi data identitas tunggal. Untuk pendanaan, jaminan kesehatan ini didanai Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara dan masyarakat mampu yang membayar iuran atau semacam pajak yang proporsional.

"Sesuai acuan platform kami, penerapan jaminan kesehatan harus dijalankan secara konsekuen. Jaminan kesehatan yang kami konsep adalah jaminan kesehatan yang merata," kata Fikri.

Berbeda dengan Golkar dan PAN, hitung-hitungan PKS untuk iuran jaminan kesehatan per kepala keluarga adalah Rp 2.000. "Dengan 5 kepala keluarga sudah Rp 10 ribu rupiah. Satu tahun hitung-hitungan kami, sudah bisa dapat Rp 24 triliun rupiah," kata Fikri.

Iuran Rp 2.000 ini di luar jaminan obat-obatan. Jika dengan menanggung biaya obat-obatan, kata Fikri, iurannya Rp 5.000 (sama dengan iuran SJSN) atau bagian biaya obat sebesar Rp 3.000. "Soal inflasi akan dipertimbangkan lagi. karena bagi masyarakat miskin Rp 3.000 rupiah secara psikologis sudah berat," tambahnya.

Mengenai anggaran kesehatan yang demikian minim, Fikri mengatakan PKS akan memperjuangkan anggaran kesehatan nanti adalah 10 persen di APBN, bahkan kalau bisa di atas 10 persen. "Syukur kalau bisa 15 persen nanti," kata dia.

Sumber: vivanews
Pengirim: MHN

Polisi Resmi Hentikan Kasus Presiden PKS

Written By tonitok on Rabu | 19:34


JAKARTA - Kasus dugaan kampanye terselubung Partai Keadilan Sejahtera yang menyeret Tifatul Sembiring akhirnya selesai. Penyidikannya dihentikan karena menurut polisi tak cukup bukti. Ini dipastikan Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Zulkarnain yang mengatakan kasus Tifatul sudah dihentikan.

"Penyidik tidak menemukan cukup bukti bahwa aksi massa PKS ada unsur kampanye," kata Zulkarnain saat dihubungi Tempo, Selasa (27/1). Dia melanjutkan, surat pemberitahuan penghentian perkara itu juga telah diterima Tifatul pada hari ini melalui kuasa hukumnya yang datang ke Polda Metro Jaya.

Kasus Tifatul bermula saat massa PKS melakukan aksi menentang agresi Israel ke Palestina pada 2 Januari. PKS mengklaim aksi massa itu dihadiri 200 ribu kader dan simpatisan. Saat itulah massa membawa berbagai atribut PKS berupa bendera partai yang di dalamnya terdapat
nomor urut PKS dalam Pemilu 2009.

Melihat kenyataan itu Panitia Pengawasa Pemilu melaporkan PKS ke polisi. PKS diduga melanggar Pasal 269 Undang Undang Nomor 10 Tahun 2008 tentang Pemilu, yakni melakukan kampanye terselubung. "Namun setelah dilakukan penyidikan ternyata tidak cukup bukti bahwa aksi massa itu dapat dikatakan kampanye," kata Zulkarnain.

Hal itu diperkuat keterangan saksi ahli dari Fakultas Hukum Universitas Indonesia Rudi Satrio Munghartarjo kepada penyidik. Menurut dia, aksi massa PKS belum bisa dikatakan kampanye sebab tidak ada pemaparan visi, missi, dan program kerja partai. "Jadi tidak ada kegiatan meyakinkan pemilih," kata Zulkarnain menirukan Rudi.

Selain kepada Tifatul sebagai Presiden PKS, lanjut Zulkarnain, penghentian penyidikan juga dilakukan terhadap Ketua PKS DKI Jakarta Triwisaksana dan Ketua PKS Jakarta Pusat Agus Setiawan.

Sumber : Amirullah (TEMPO Interaktif)

Apel Siaga Relawan 8


Hari Ahad, 29 Januari 2009, bertempat di Silang Monas DPW PKS DKI Jakarta melaksanakan Apel Siaga Relawan 8. Apel ini dihadiri oleh seluruh Struktur Korwil RW sampai DPW, Gema Keadilan, Relawan Perempuan, Relawan Orange dan lain-lain. Relawan 8 dibentuk untuk mendukung program sosial PKS yaitu Pos Penanggulangan Bencana. Jakarta adalah daerah rawan bencana banjir dan kebakaran. Relawan 8 adalah suatu bentuk pelayanan sosial PKS dalam melayani masyarakat. Nampak hadir Ketua Relawan 8 Adang Daradjatun, Sekjen DPP PKS Annis Matta, Keta MPR Hidayat Nurwahid, Ketuan Umum DPW PKS DKI Jakarta Triwisaksana, Ketua Badan Humas Dedi Supriadi, Anggota DPR Rama Pratam dan Nursanita Nasution, Dani Anwar dan lain-lain. Apel dimulai pukul 9.00 wib. Nampak pula Tarzan, Doyok dan Nurbuat sebagai anggota masyarakat yang menjadi Relawan 8. Berikut foto liputannya.
Foto : Ibrahim / PKS

PKS : Peduli Keselamatan Sesama, Sukseskan Pemilu


Jakarta (25/1) Bencana banjir kembali mengintai warga ibukota. Curah hujan yang diperkirakan meningkat di akhir Januari hingga pertengahan Februari ini memang membutuhkan kepedulian dan kewaspadaan segenap masyarakat. Karenanya PKS berinisiatif untuk mengajak unsur-unsur masyarakat, bahu membahu dalam menghadapi berbagai bencana yang terjadi di ibukota, dan juga di wilayah lain di seluruh nusantara. Di bawah naungan Relawan 8, PKS kembali membuktikan kepeduliannya kepada sesama. Tim ini dideklarasikan dalam Apel Siaga, Ahad (25/1) pagi di Lapangan Monas, Jakarta Pusat.

Sebagai sayap organisasi PKS, Relawan 8 siap terlibat dalam penanggulangan bencana di berbagai wilayah Indonesia. Sebanyak 27 ribu relawan hadir dalam apel siaga tersebut. Diantaranya bagian Pembinaan Kader, Struktur (Pengurus DPW sampai Koordinator TPS), Jaringan-jaringan seperti Forum Silaturrahim Remaja Masjid, Forsitma, Gema Keadilan, pemulung, tukang ojek, Relawan Perempuan, Forum Kartini, Mahasiswa dan Pelajar, Pos KK, Relawan Orange dan Relawan Warna warni.

Dalam sambutannya, Adang Daradjatun selaku Koordinator Umum Tim Relawan 8, mengajak kepada seluruh relawan yang hadir untuk selalu siap berada di tengah-tengah mesyarakat dalam membantu masyarakat korban bencana dan masalah sosial lainnya. “Terkait hal itu, kita perlu membuat Surat Pernyataan Kesiapan untuk mampu menghadapi masalah-masalah sosial, dan siap membantu saudara-saudara kita yang terkena bencana”. Mantan calon Gubernur DKI yang diusung PKS ini juga berkesempatan menyematkan atribut secara simbolis kepada perwakilan tim yang tergabung dalam Relawan 8.

Tampak hadir dalam apel tersebut Sekjen PKS, Anis Matta dan Ketua MPR Hidayat Nur Wahid, serta para caleg PKS. Apel Siaga kali ini dihadiri pula oleh beberapa artis ibukota, seperti Tarzan, Doyok, Nurbuat dan juga Kadir yang juga menyatakan kesiapannya sebagai bagian dari Relawan 8. Dihadapan ribuan relawan, diiringi sirine Ambulance, perwakilan tim relawan 8 berkesempatan untuk unjuk kebolehan. Mereka malakukan simulasi penanggulangan bencana banjir.

Dalam Orasinya, Sekjen PKS Anis Matta mengatakan bahwa yang dibutuhkan saat ini dalam menghadapi bencana adalah banyaknya relawan yang siap turun dan berpartisipasi langsung. Caleg PKS dari daerah pemilihan Sulawesi Selatan itu menyatakan bahwa pembentukan Relawan 8 ini bersifat nasional dan merupakan respon atas program Gerakan Nasional Penanggulangan Bencana atau GNPB. “Persemian ini akan diikuti oleh daerah-daerah lain di seluruh Indonesia”, ujar Anis.

Sementara itu, Ketua MPR Hidayat Nur Wahid, dihadapan ribuan relawan mempertanyakan kesiapan mereka sebagai Relawan 8, termasuk kesiapan untuk mensukseskan Pemilu 2009. “Jangan sampai, hanya gara-gara bencana, masyarakat kita tidak bisa menyalurkan hak pilihnya.” Untuk itu, dalam kondisi apapun kita harus bisa menghadirkan harapan dan semangat bagi negeri ini, Pungkas Hidayat.

Adang Berkeliling Indonesia Melantik Relawan 8



Jakarta—(25/1) Kader Partai Keadilan Sejahtera kembali memadati lapangan Monas, Minggu (25/01). Kali ini, PKS DKI Jakarta mengkonsolidasi kadernya yang tergabung dalam Relawan 8. Massa yang berseragam oranye ini mulai berdatangan ke panggung utama sisi Selatan Monumen Nasional (Monas) pada pukul 7.30 WIB, untuk menggelar Apel Siaga dalam rangka membantu warga ibukota dalam bencana termasuk banjir dan kebakaran. Apel siaga ini dihadiri 27 ribu relawan berbagai elemen masyarakat DKI Jakarta, baik dari unsur pemulung, mahasiswa, Pos KK (Keluarga Keadilan), Gema Keadilan, kaum ibu, pelajar, tukang ojek dan lainnya.

Apel siaga ini dihadiri tokoh-tokoh PKS diantaranya, Sekjen PKS Anis Matta, Ketua MPR RI Hidayat Nurwahid, Ketua Relawan 8 Adang Daradjatun, dan Ketua DPW PKS DKI Jakarta Ir Triwisaksana, MSc. Selain itu hadir pula artis pendukung Relawan Oranye dalam Pilkada 2007 lalu di antaranya Doyok, Tarzan, Nurbuat, dan juga Kadir. Dalam acara ini, perwakilan Relawan 8 memperagakan aksi penanggulangan dan penanganan bencana banjir.

Menurut Adang, sejak dulu PKS sudah melakukan berbagai upaya menanggulangi bencana di seluruh nusantara. Kali ini, kata Adang, PKS ingin mengantisipasi perkiraan dampak puncak curah hujan akhir Januari dan Februari nanti. Karena itu, PKS akan membuat program Gerakan Nasional Penanggulangan Bencana (GNPB) di seluruh Indonesia. Adang menambahkan, Relawan 8 adalah gabungan aktivis dari sayap organisasi PKS dan masyarakat dengan misi; kemanusiaan. "Ini adalah kerja rutin PKS. Dimana pun terjadi bencana, di sana kader PKS siaga. Relawan 8 merupakan respon massa dari Tim P2B yang telah kita miliki," tutur Adang yang merupakan mantan calon Gubernur DKI Jakarta berpasangan dengan Dani Anwar.

Sementara itu, Hidayat menambahkan, "Kegiatan ini justru riil kampanye dalam rangka mensukseskan pemilu. Kampanye yang berwujud penanggulangan banjir atau kebakaran, sehingga masyarakat tetap dapat mengikuti pemilu, berarti bukanlah kampanye yang melanggar aturan. Kegiatan kita ini bahkan untuk mensukseskan Pemilu 2009 yang tinggal beberapa hari lagi. Bagaimana mereka berpartisipasi (dalam pemilu) kalau rumah mereka kebanjiran?" tanya Hidayat Nur Wahid. Ia melanjutkan, Relawan 8 ini diluncurkan bukan hanya untuk menangani masalah sosial dan bencana semata, melainkan juga sebagai relawan yang akan turut mensukseskan pesta demokrasi 2009.

Pada kesempatan yang sama Anis Matta menjelaskan, pembentukan Siaga 8 sebagai simbol setia PKS akan penderitaan rakyat atas bencana yang terus mendera. Di mana setiap ada bencana, terang Anis, di situ akan lahir generasi baru yang militan membantu korban bencana. Ia menyampaikan, PKS memulai peluncuran Relawan 8 di DKI Jakarta, karena wilayah ini yang kerap dilanda bencana. “Nanti setelah ini kita akan mendeklarasikan Relawan 8 di seluruh Indonesia. Dan Adang Daradjatun akan berkeliling Indonesia melantik pengurus Relawan 8 di berbagai provinsi di Indonesia,” ujar Anis Matta, yang juga caleg PKS DPR RI Dapil Sulsel I.


Adang Daradjatun: PKS Akan Selalu Didepan untuk Membantu Masyarakat


Jakarta (25/1)- Partai Keadilan Sejahtera (PKS) akan selalu berada didepan untuk membantu masyarakat dalam musibah ataupun bencana. Hal ini dibuktikan dalam berbagai kasus bencana alam di berbagai wilayah di Indonesia. Untuk itu, PKS mengajak unsur-unsur masyarakat lain seperti Badan SAR Nasional, Ormas, Pemerintah Daerah, LSM dan lembaga donor lainnya untuk bahu membahu dalam menghadapi setiap bencana yang memang menjadi langganan di negara kepulauan seperti Indonesia. Demikian dikatakan Adang Daradjatun, Koordinator ‘Relawan 8’, sebuah organisasi sayap yang diinisiasi terbentuknya oleh PKS di Jakarta, Ahad (25/1) pagi dalam sebuah Apel Siaga di Lapangan Monas, Jakarta Pusat.

Terbentuknya ‘Relawan 8’, menurut Adang yang pernah maju sebagai kandidat calon Gubernur DKI tahun 2007 ini, adalah agar unsur-unsur masyarakat lain bisa berpartisipasi dalam menanggulangi bencana dan melakukan aktivitas pertolongan terhadap korban bencana. “Di Relawan 8 ini tidak hanya struktur PKS saja yang terlibat, tapi juga ada unsur masyarakat lainnya yang juga bergabung,” ujar Adang. Ia mencontohkan keterlibatan Relawan Oranye yang sejak tahun 2006 telah bergerak di bidang layanan kemanusiaan, unsur remaja masjid, ibu-ibu majelis taklim dari Forum Silaturahmi Majelis Taklim (FORSITMA) atau juga pemuda lingkungan yang tergabung dalam Gema Keadilan.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal PKS M. Anis Matta mengakui pembentukan ‘Relawan 8’ ini merupakan respon atas program Gerakan Nasional Penanggulangan Bencana atau GNPB. “Aktivitas ini juga dilakukan di daerah-daerah lain di seluruh Indonesia,” ujar Anis Matta yang maju sebagai Caleg PKS dari daerah pemilihan Sulawesi Selatan itu. Ia juga meminta kader-kader PKS selalu tanggap atas peta bencana di wilayah masing-masing. “Untuk Jakarta, masalah yang masih belum teratasi adalah banjir yang disebabkan permukaan tanah yang lebih rendah dari lautan dan air kiriman dari wilayah sekitar,” ujar Anis lagi.

Hadir dalam Apel Siaga ‘Relawan 8’ ini sekitar 30 ribu relawan dari berbagai unsur dari mulai struktur partai, organisasi sayap partai dan juga unsur masyarakat lainnya. Adang menolak bila kegiatan ini nantinya dinilai sebagai pelanggaran kampanye. “Bagaimana mungkin kampanye kepada pemilih-pemilih kita sendiri, yang hadir disini adalah anggota PKS yang kebetulan ada di berbagai organisasi,” ujar Adang lagi. Adang juga mengajak organisasi lain melakukan hal serupa agar masyarakat merasa aman bila terjadi hal-hal tidak diinginkan di lingkungannya seperti bencana banjir. “Masyarakat tahu siapa yang ada di lapangan saat bencana, dan kami hanya ingin kader PKS tidak terlena, inilah tujuan diadakannya apel siaga pagi ini,” pungkas Adang.

Kontak:

Triwisaksana (Ketua Umum DPW PKS DKI Jakarta) – 0818 755438

Adang Daradjatun (Koordinator Relawan 8) – 0812 1904000

Sumber : Siaran Pers Resmi Bahumas DKI Jakarta

Adang Daradjatun ‘Komandoi’ Relawan 8

Jakarta (22/1)- Curah hujan yang diperkirakan memuncak di Bulan Februari nanti diantisipasi oleh Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dengan meluncurkan program Gerakan Nasional Penanggulangan Bencana atau GNPB. Program GNPB segera direspon oleh daerah-daerah, termasuk DKI Jakarta. Khusus di Jakarta, PKS akan meluncurkan ‘Relawan 8’ dalam sebuah Apel Siaga pada hari Minggu (25/1) mendatang. PKS telah menunjuk Adang Daradjatun, Caleg PKS dari Dapil 3 (Jakarta Utara, Jakarta Barat dan Kepulauan Seribu) untuk menjadi Koordinator Relawan 8. Demikian keterangan dari Ketua Umum DPW PKS DKI Jakarta Triwisaksana di kantornya di kawasan Kwitang, Jakarta Pusat.

Adang Daradjatun menyatakan kesiapannya untuk menjadi Koordinator Relawan 8 yang terdiri dari berbagai unsur masyarakat. “Di Relawan 8 ada unsur dari PKS dan juga kelompok masyarakat lain, jadi ini misinya memang untuk aktivitas kemanusiaan,” ujar Adang yang dikenal masyarakat sebagai kandidat Gubernur DKI Jakarta pada Pilkada 2008 lalu. Adang menjelaskan dari unsur partai ada kelompok Struktur partai hingga Koordinator RW, sementara dari sayap partai ada Gema Keadilan dan Forum Silaturahmi Majelis Taklim, dan dari unsur masyarakat ada Relawan Oranye, Jaringan Pemuda dan Remaja Masjid, Serikat Buruh, Pedagang dan lainnya.

Acara Apel Siaga Relawan 8 rencananya digelar di Lapangan Monas dengan menghadirkan tidak kurang dari 20 ribu relawan. Dalam acara ini kesiapan ‘sayap’ PKS yang baru ini akan diperlihatkan untuk setiap saat bisa membantu masyarakat yang tertimpa bencana. “Buat PKS, ini kan kerja rutin, kami punya yang namanya Posko Penanggulangan Bencana, nah ini cuma dibuat lebih massif saja,” ujar Adang menjelaskan alasan pembentukan Relawan 8.

Selain akan ada peragaan penanganan bencana, acara ini rencananya dihadiri petinggi partai yaitu Sekretaris Jenderal DPP PKS M. Anis Matta dan pengurus DPP serta DPW PKS DKI Jakarta. Adang Daradjatun meminta pihak-pihak penyelenggara dan pengawas Pemilu dapat lebih bijak dalam menilai acara yang diselenggarakan oleh partai politik. “Jangan main semprit, padahal ijin lengkap dan tidak ada nuansa kampanye sebagaimana tercantum di dalam undang-undang pemilu,” ujar Adang menutup perbincangan.

Kontak:

Triwisaksana (Ketua Umum DPW PKS DKI Jakarta) – 0818 755438

Adang Daradjatun (Koordinator Relawan 8) – 0812 1904000

Sumber : Siaran Pers Resmi Bahumas DKI Jakarta

PKS Siap Maafkan Panwaslu, Asalkan...


JAKARTA - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) geram dengan pelaporan Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) terkait aksi unjuk rasa menentang agresi Israel beberapa waktu lalu. Jika nanti Polda mengeluarkan surat perintah penghentian penyidikan (SP3), PKS tidak akan langsung memaafkan Panwaslu. Asalkan...

"Kalau soal memanfakan, PKS adalah partai yang gampang memberi maaf. Tetapi pemberian maaf itu ada dasarnya. Panwaslu harus mengakui kalau dia itu salah," kata Ketua Fraksi PKS Mahfudz Siddik kepada okezone di Jakarta, Rabu (21/1/2009).

Dia menjelaskan, Panwaslu telah sudah salah menafsirkan kode etik dan aturan yang telah dibuatnya.

"Panwaslu itu salah menafsirkan hukum, dan menentukan hukum secara objektif, serta tidak mengedepankan bukti-bukti materil. Hal inilah yang menjadi dasar mengenai sudut pandang Panwaslu ke depan terhadap kejadian serupa," tutur Mahfudz.

"Panwaslu juga tidak mentaati prosedur dan aturan-aturan yang dia buat sendiri. Panwaslu salah karena tanpa meminta konfirmasi kepada PKS. Kemudian tidak melapokan ke Bawaslu dan KPU, malah dia mengklaim sudanh memiliki bukti yang cukup kuat dan melaporkan ke Polda Metro Jaya," tambahnya.

Ke depan, lanjut Mahfudz, Panwaslu harus lebih mencermati dan mentaati peraturan perundang-udangan. "Dan jangan sekali-kali subjektif dalam melakukan penafsiran terhadap sebuah kasus," tegasnya. (kem)


Maria Ulfa Eleven Safa - Okezone

Demi Kemanusiaan, TIFATUL : SAYA SIAP DIPENJARA

Written By tonitok on Senin | 22:56

Jakarta, Polda Metro Jaya hari ini Kamis (15/1) memanggil Presiden PKS, Tifatul SEMBIRING, Ketua DPW PKS DKI, Triwisaksana dan Agus Setiawan sebagai tersangka terkait dengan aduan Panwaslu. Ketiganya dijerat pasal 269 UU No.10 tahun 2008. Menurut Panwaslu PKS disinyalir melakukan kampanye terselubung saat melakukan demo Aksi Solidaritas Palestina Jumat (2/1) yang dihadiri oleh 200 ribu-an massa.

Tifatul merasa belum pernah diklarifikasi Panwaslu tentang tuduhan tersebut. Oleh sebab itu PKS akan mengajukan nota protes ke Panwaslu. “Belum ada omongan apa-apa, baik teguran lisan maupun tulisan kok ujug-ujug saya jadi tersangka, ada apa ini dengan Panwaslu?” Tanya Tifatul.

Lebih lanjut Tifatul menegaskan, “Ini bukan kampanye. Ini adalah aksi kemanusiaan yang juga dilakukan di Negara-negara lain seperti Inggris, Spanyol, Australia, Amerika, Yunani dan Negara lain.”Pada aksi lalu spanduk yang diusung PKS antara lain bertuliskan “Save Palestine”, “Zionism Destroys Humanity, Act Now”, dan “One Man One Dollar to Save Palestine”. Dalam aksi itu tidak ada satupun spanduk yang berisi tulisan terkait dengan kampanye partai.

Rakyat Palestina berhak atas kedaulatan dan kemerdekaan sebagaimana tercantum dalam amanat pembukaan UUD 1945. “Aksi kita ini dilandasi dengan semangat menjalankan UUD, bukan kita mau menyampaikan visi misi luar negeri PKS seperti yang dituduhkan Panwaslu”, sangkal Tifatul.

Kalau maslah bendera PKS dipermaslahkan, Tifatul menegaskan bahwa aksi demo itu harus jelas siapa yang melakukannya. “Karena ini kan identitas, semua kelompok yang berdemo juga biasanya bawa identitas, baik itu ormas maupun mahasiswa. Karena yang demo PKS ya wajar dong kita bawa bendera partai!” tegasnya. Identitas ataupun bendera selain berfungsi sebagai tanda juga memudahkan polisi melakukan identifikasi jika dalam aksi tersebut terjadi kekacauan.

Ketika ditanya tentang kesiapan menghadapi ancaman hukuman atas dirinya, dengan tegas Tifatul menjawab, “Kalau saya harus dihukum karena aksi solidaritas untuk rakyat Palestina yang menderita, demi kemanusiaan saya siap dipenjara!”

CP: A.Mabruri MA (Humas PKS), mobile : 0818905516

Sumber : Siaran Pers Resmi DPP PK Sejahtera (15/01/09)

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. PKS BANJARSARI GAJAH DEMAK - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger